<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201</id><updated>2011-04-21T14:43:13.995-07:00</updated><title type='text'>ahlanwasahlan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-2370056158888876786</id><published>2009-05-18T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T21:55:50.275-07:00</updated><title type='text'>Wacana Psikologi Islami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="color: rgb(0, 0, 0);" src="file:///C:/DOCUME%7E1/HPCOMP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img style="color: rgb(0, 0, 0);" src="file:///C:/DOCUME%7E1/HPCOMP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="color: rgb(0, 0, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPCOMP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="color: rgb(0, 0, 0);" rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHPCOMP%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Belum ada kesepakatan tentang penyebutan nama, apakah nama psikologi Islami atau psikologi Islam. Hal ini mengisyaratkan bahwa berbeda dengan disiplin ilmu sejarah Islam, Filsafat Islam atau hukum Islam-Ilmu psikologi Islam seperti halnya sosiologi Islam masih dalam proses pembangunan, dan belum mewujud sebagai sains. Kebaruan ini bukan berarti topik tentang psyche, nafs atau jiwa-belum dijamah oleh dunia keilmuan Islam, melainkan karena sejarah keilmuan yang berbeda. Psikologi, meskipun secara lughawi adalah psyche (jiwa, roh) dan logos (ilmu)-seharusnya adalah ilmu yang berbicara tentang jiwa sehingga &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(0, 0, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1242708641_0"&gt;dalam bahasa Indonesia&lt;/span&gt; juga disebut Ilmu Jiwa-tetapi psikologi tidak membicarakan jiwa, melainkan perbuatan sebagai gejala dari jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Sebagai disiplin ilmu baru, psikologi baru dikenal pada akhir abad ke-18M, tetapi akarnya telah menghunjam jauh ke dalam kehidupan primitive umat manusia sejak zaman dahulu kala. Plato sudah mengatakan bahwa manusia adalah jiwanya, sedangkan badannya hanyalah sekedar alat saja. Aristoteles, berbeda dengan Plato, ia mengatakan bahwa jiwa itu adalah fungsi dari badan seperti halnya penglihatan adalah fungsi dari mata. Kajian tentang nafs di Yunani selanjutnya menurun bersama dengan runtuhnya peradaban Yunani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Runtuhnya peradaban Yunani Romawi, memberi peluang kepada pemikir-pemikir Islam mengisi panggung sejarah. Melalui gerakan penerjemahan dan kemudian komentar serta karya orisinil yang dilakukan oleh para pemikir Islam terutama pada masa Dawlah Abbasiyah, esensi dari pemikiran Yunani diangkat dan diperkaya, dan selanjutnya melalui peradaban Islamlah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1242708641_1"&gt;Barat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; menemukan kembali kekayaan keilmuan yang telah hilang itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Pemahaman tantang nafs oleh para ulama generasi pertama tidak diilhami dari pemikiran Yunani, tetapi dari al-Quran dan hadits. Kata nafs disebut alQuran lebih dari 300 kali. Demikian juga dalam hadits nafs banyak disebutkan. disebut alQuran dengan term lain, yaitu qalb, ‘aql, rûh dan bashirah. Dalam kaitannya dengan upaya membangun kesehatan mental manusia, kajian nafs yang berkembang bukan psikologi tetapi tasawuf dan akhlak, yakni ilmu yang menekankan nafs sebagai sifat tercela yang perlu disucikan (tazkiyah an nafs) agar menjadi nafs yang sehat (nafs muthma-innah) . Di sayap lain para failasuf Muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs dan ruh sehingga kubu filsafat Islam diwakili oleh Ibn Rusyd, yang terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan al-Ghazâli dari kubu &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 0, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1242708641_2"&gt;Ilmu Kalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; dan tasawuf. Dalam kurun waktu lebih dari tujuh abad, nafs dibahas di dunia Islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Setelah dunia Islam jatuh dalam cengkeraman penjajahan Barat dan selanjutnya berada dalam di bawah pengaruh budaya sekuler Barat, banyak mahasiswa Muslim yang tergila-gila terhadap semua aspek peradaban yang datang dari Barat. Menurut Dr. Malik B. Badri, ada tiga fase perkembangan sikap psikolog muslim terhadap psikologi modern yang berasal dari Barat, yaitu (1) fase infantuasi, (2) fase rekonsiliasi dan (3) fase emansipasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Pada fase pertama mahasiswa muslim tergila-gila kepada teori psikologi dan tekniknya yang memikat. Mereka mengikuti sepenuhnya teori-teori psikologi modern tanpa kritik. Pada fase kedua mereka sudah mulai mencocok-cocokkan apa yang ada dalam teori psikologi dengan apa yang ada dalam alQuran. Mereka beranggapan bahwa di antara keduanya tidak ada pertentangan. Pada fase terakhir, mereka makin bersifat kritis terhadap pandangan-pandangan psikologi modern dan mengalihkan perhatiannya pada alQuran, hadits dan khazanah klasik Islam yang ternyata juga membahas nafs dan manusia. Tentang khazanah klasik menurut Imam Abu Manshur al-Tha’libî, ditemukan ada lima puluh kata yang digunakan kaum Muslimin untuk menyatakan tingkat perkembangan manusia seperti janin, walid, radi’i, baligh, murahiq dan lain-lain.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Pada akhirnya mereka mulai menyadari ketika mengkaji psikologi, mereka merasa sebagai Muslim yang psikolog, bukan psikolog yang kebetulan Muslim. Pandangan psikologi modern yang dipandang secara kritis terutama yang berhubungan dengan pandangan teori psikoanalisa dan behaviorisme karena kedua teori itu merendahkan martabat manusia sebagai hamba dan khalifah Allah, sementara teori yang humanistik dipandang mendekati pandangan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-2370056158888876786?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/2370056158888876786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=2370056158888876786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/2370056158888876786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/2370056158888876786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2009/05/wacana-psikologi-islami.html' title='Wacana Psikologi Islami'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-438548897729290998</id><published>2009-01-21T00:25:00.001-08:00</published><updated>2009-01-21T00:29:29.869-08:00</updated><title type='text'>Fitrah Anak</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204); font-family: webdings;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sabda Rasulullah:&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 204); font-family: webdings;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;“Setiap anak itu dilahirkan menurut fitrahnya, maka hanya kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, seorang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1232526189_3"&gt;Nasrani&lt;/span&gt;, atau seorang Majusi.” (Bukhari Juz 1)&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-438548897729290998?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/438548897729290998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=438548897729290998' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/438548897729290998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/438548897729290998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2009/01/fitrah-anak.html' title='Fitrah Anak'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-3941741921834871241</id><published>2009-01-14T21:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T21:15:56.537-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Pendengar yang Baik</title><content type='html'>&lt;pre style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;tt&gt;&lt;tt&gt;"Pendengar yang baik tidak hanya dapat diterima dimana-mana, tetapi&lt;br /&gt;juga dapat mengambil hikmah dari apa yang didengarnya."&lt;br /&gt;-- Wilson Mizner, Playwright, 1876-1933&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACARA itu pada awalnya lancar-lancar saja. Maklum, ini kan acara&lt;br /&gt;yang dihadiri orang-orang terhormat. Nama eventnya juga keren:&lt;br /&gt;pembekalan forum konsolidasi pimpinan daerah. Nah, di sanalah para&lt;br /&gt;pemimpin di daerah seperti Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD tumplek&lt;br /&gt;blek di dalam Gedung Lembaga &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1231996408_0"&gt;Ketahanan Nasional&lt;/span&gt;, 8 April lalu.&lt;br /&gt;Mereka pun takzim mendengarkan pidato Presiden &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1231996408_1"&gt;Susilo Bambang&lt;br /&gt;Yudhoyono&lt;/span&gt;. Namun, sesaat kemudian, saat Presiden berpidato mengenai&lt;br /&gt;penghematan anggaran, tiba-tiba pidato itu terhenti. Lo, what&lt;br /&gt;happened aya naon?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya tak ada yang tahu pasti kenapa Presiden diam. Namun,&lt;br /&gt;telunjuknya yang diarahkan pada seseorang di deret kursi keempat&lt;br /&gt;paling belakang, menjadi jawabannya. "Itu coba bangunkan yang tidur&lt;br /&gt;itu. Kalau tidur di luar saja!" ujarnya sambil menunjuk pimpinan&lt;br /&gt;daerah dimaksud. Waduh, ini kok seperti zaman kita sekolah dulu.&lt;br /&gt;Tentulah kita masih ingat saat di antara murid, dan siapa tahu Anda&lt;br /&gt;sendiri yang mengalaminya, terpaksa diusir dari kelas. Nah, kembali&lt;br /&gt;ke pertemuan akbar itu, persis seperti keadaan di kelas, tanpa&lt;br /&gt;dikomando, seratusan hadirin yang ada di ruangan tersebut menegakkan&lt;br /&gt;duduknya. Yang tadinya setengah tertidur, menjadi melek beneran.&lt;br /&gt;Beberapa peserta diarah telunjuk Presiden menengok ke kiri dan ke&lt;br /&gt;kanan mencari siapa orang yang dimaksud. Presiden&lt;br /&gt;melanjutkan, "Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur!&lt;br /&gt;Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan&lt;br /&gt;untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab.&lt;br /&gt;Berdosa, bersalah dengan rakyat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa sih yang membuat para kepala daerah itu sampai tertidur?&lt;br /&gt;Katanya sih banyak sebab. Salah satunya jadwal yang padat dari para&lt;br /&gt;peserta menjadi biang kerok para peserta menjadi tidak fokus dan&lt;br /&gt;juga kelelahan. Haha… jadi mikir nih, di daerah masing-masing&lt;br /&gt;bukankah mengurusi daerah juga bikin lelah. Jangan-jangan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah. Mari kita berbaik sangka. Mereka memang kelelahan.&lt;br /&gt;Tetapi, alasan apa pun yang diberikan, memang tidak sepatutnya&lt;br /&gt;seseorang tertidur ketika orang lain sedang berbicara. Apalagi dalam&lt;br /&gt;acara sepenting itu. Bila yang lain dapat mendengarkan pidato&lt;br /&gt;presiden dengan baik, maka seharusnya berlaku sama bagi peserta yang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pembicara memang sulit. Tetapi lebih sulit lagi&lt;br /&gt;menjadi seorang pendengar yang baik. Apakah memang benar, menjadi&lt;br /&gt;seorang pendengar yang baik itu penting? Penelitian oleh Crocker,&lt;br /&gt;1978 yang hingga kini masih tetap menjadi acuan, menemukan fakta&lt;br /&gt;bahwa dari 300 organisasi yang diteliti, sebagian besar&lt;br /&gt;menempatkan "listening" di urutan teratas, sebagai syarat seorang&lt;br /&gt;pemimpin yang berhasil. Lantas apa bedanya dengan "hearing"? Ada&lt;br /&gt;perbedaan antara "listening" dengan "hearing". "Hearing" berarti&lt;br /&gt;mendengar suara, sedangkan "listening" berarti menangkap makna dari&lt;br /&gt;suara yang didengar. 'Listening requires paying attention,&lt;br /&gt;interpreting, and remembering sound stimuli.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan secara aktif (active listening) menuntut kita agar&lt;br /&gt;mampu menempatkan diri sebagai pihak yang menyampaikan pesan atau&lt;br /&gt;empati. Kita harus berkonsentrasi dan mau memahami sepenuhnya isi&lt;br /&gt;yang dikemukakan pembicara. Sedangkan mendengarkan secara pasif,&lt;br /&gt;menempatkan diri kita hanya seperti mesin perekam saja. Semua kata&lt;br /&gt;hanya dimasukan ke dalam memori, baik yang penting dan yang tidak,&lt;br /&gt;sehingga kita tidak dapat membedakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana untuk menjadi pendengar yang efektif? Delapan kiat&lt;br /&gt;ini bolehlah dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan kontak mata (make eye contact)&lt;br /&gt;Perasaan siapa yang tak kesal bila seseorang yang diajak ngobrol&lt;br /&gt;malah memalingkan muka. Anda tentu akan mentafsirkan bahwa orang&lt;br /&gt;tersebut mungkin tidak tertarik akan apa yang Anda bicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggukan kepala dan ekspresikan wajah penuh perhatian&lt;br /&gt;(exhibit affirmative head nods and appropriate facial expression)&lt;br /&gt;Pendengar yang efektif tertarik atas apa yang sedang diucapkan orang&lt;br /&gt;lain dengan memberikan tanda "nonverbal". Menganggukan kepala,&lt;br /&gt;menaikkan alis mata, mengerutkan wajah, terkejut ketika pembicara&lt;br /&gt;melontarkan ide gila, tertawa ketika pembicara melontarkan humor,&lt;br /&gt;menggeser posisi duduk ke arah pembicara, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cegah tindakan atau gerakan yang berkesan negatif (avoid distraction&lt;br /&gt;actions or gestures)&lt;br /&gt;Ketika anda sedang mendengarkan pembicaraan orang lain, jangan&lt;br /&gt;terlampau&lt;br /&gt;sering melihat atau melirik ke arah jam, memainkan pena, mencongkel&lt;br /&gt;kotoran&lt;br /&gt;di kuku, membuka-buka halaman buku, atau mengerjakan sesuatu yang tidak&lt;br /&gt;berkaitan dengan isi pembicaraan. Tindakan-tindakan tersebut&lt;br /&gt;mengesankan&lt;br /&gt;bahwa anda bosan, atau tidak tertarik pada apa yang sedang diutarakan&lt;br /&gt;pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ajukan pertanyaan (ask questions)&lt;br /&gt;Pendengar yang kritis mencoba menganalisis apa yang didengarkannya,&lt;br /&gt;dan lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan. Hal ini&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa Anda memang benar-benar mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Uraikan apa yang didengar dengan kata-kata sendiri (paraphrase)&lt;br /&gt;Dalam suatu percakapan, misalkan saja Anda mendengar sang pembicara&lt;br /&gt;mengatakan sesuatu dan Anda ingin menegaskannya, maka Anda&lt;br /&gt;mengatakan, "&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1231996408_2"&gt;Maaf&lt;/span&gt; tadi Anda mengatakan…..(kata-kata pembicara),&lt;br /&gt;apakah itu artinya….. (kata-kata anda sendiri)?" Ada dua alasan&lt;br /&gt;mengapa tindakan ini perlu dilakukan. Pertama, sebagai tanda bahwa&lt;br /&gt;Anda memperhatikan betul isi pembicaraan. Kedua, sebagai tanda&lt;br /&gt;bahwa Anda ingin mengerti apa yang dimaksud si pembicara atau jangan&lt;br /&gt;sampai salah mentafsirkan kata-kata pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hindarkan menginterupsi atau memotong pembicaraan (avoid&lt;br /&gt;interrupting the speaker)&lt;br /&gt;Beri kesempatan kepada pembicara untuk menyelesaikan isi&lt;br /&gt;pembicaraannya. Setelah itu baru anda boleh mengajukan pertanyaan&lt;br /&gt;atau memberikan komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan terlalu banyak bicara (don't over-talk)&lt;br /&gt;Ketika kita sedang dalam posisi sebagai pendengar yang baik,&lt;br /&gt;tahanlah untuk tidak banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan dirimu menjadi pembicara sekaligus pula pendengar yang&lt;br /&gt;baik (make smooth transitions between the roles of speaker and&lt;br /&gt;listener)&lt;br /&gt;Anda juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang&lt;br /&gt;pembicara dan juga kapan saat yang tepat untuk menjadi seorang&lt;br /&gt;pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pendengar yang baik, kita perlu melatihnya.&lt;br /&gt;Bahkan kalau perlu setiap hari. Presiden Theodore Roosevelt bukan&lt;br /&gt;hanya ulung dalam hal berpidato, namun juga seorang pendengar yang&lt;br /&gt;baik. Ia pun menghargai sang lawan bicara. Dalam suatu pesta besar,&lt;br /&gt;Roosevelt bosan dengan orang-orang yang selalu membalas komentarnya&lt;br /&gt;hanya dengan basa-basi. Roosevelt mulai mengubah dengan menyambut&lt;br /&gt;orang lain dengan senyuman sambil mengatakan, "Tadi pagi saya bunuh&lt;br /&gt;nenek saya lo!". Orang-orang di sekitarnya mengabaikan komentarnya&lt;br /&gt;yang "penting" ini. Kebanyakan orang-orang tidak mendengar apa yang&lt;br /&gt;dikatakan sang presiden. Namun seorang diplomat mendengarnya. Begitu&lt;br /&gt;mendengar komentar sang presiden, ia segera berbisik kepada sang&lt;br /&gt;presiden, "Saya yakin itu memang takdirnya ya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat suatu perubahan, baik kecil ataupun besar, diawali dengan&lt;br /&gt;suatu tindakan, yaitu mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Menjadi Pendengar yang Baik oleh Sonny Wibisono, penulis,&lt;br /&gt;tinggal di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-3941741921834871241?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/3941741921834871241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=3941741921834871241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/3941741921834871241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/3941741921834871241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2009/01/menjadi-pendengar-yang-baik.html' title='Menjadi Pendengar yang Baik'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-7520556584767421980</id><published>2009-01-07T20:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T20:43:59.438-08:00</updated><title type='text'>obat gundah hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/SWWEduAaPiI/AAAAAAAAABQ/2gpldd6-EUw/s1600-h/IMG_1053.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/SWWEduAaPiI/AAAAAAAAABQ/2gpldd6-EUw/s320/IMG_1053.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288778983517339170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Disaat hati kita merasa gundah, sedih dan gelisah, maka berdzikirlah !!! Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah, hati akan menjadi tenteram. ( QS. Al-Ra`d: 28)&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:webdings;"&gt; Mudah-mudahan kita selalu di bimbing-Nya, dalam menghadapi segala masalah yang kita hadapi.Amien&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-7520556584767421980?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/7520556584767421980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=7520556584767421980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/7520556584767421980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/7520556584767421980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2009/01/obat-gundah-hati.html' title='obat gundah hati'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/SWWEduAaPiI/AAAAAAAAABQ/2gpldd6-EUw/s72-c/IMG_1053.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-7026774632205387400</id><published>2009-01-07T19:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T19:46:59.820-08:00</updated><title type='text'>konflik Palestina-Israel</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;.....Satu-satunya harapan adalah jika kedua belah pihak lelah dan bosan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; perang, lalu dengan "sadar" meletakkan senjata dan saling jabat tangan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tentang bangsa Yahudi dan konflik Palestina-Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Oleh: UAA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saya kadang-kadang berpikir, jangan-jangan konflik Palestina-Israel tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; akan selesai "ila yaum al-qiyamah", sampai hari kiamat. Satu-satunya harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; adalah jika kedua belah pihak lelah dan bosan perang, lalu dengan "sadar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; meletakkan senjata dan saling jabat tangan. Tetapi titik-lelah itu belum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kelihatan hingga sekarang. Kita harus siap untuk melihat jatuhnya korban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terus-menerus di waktu-waktu mendatang. Sudah berkali-kali usaha untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mendamaikan kedua belah pihak dilakukan oleh komunitas internasional, tetapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; gagal terus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Masing-masing pihak mempunyai versinya masing-masing kenapa usaha diplomatik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; itu gagal. Pihak Israel sudah tentu menyalahkan pihak Palestina, sejak zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; PLO di bawah Arafat hingga sekarang ini di mana Hamas muncul ke permukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; menggantikan popularitas PLO. Pihak Palestina dan negara-negara Arab,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kemudian diamini juga oleh dunia Islam, tentu menyalahkan pihak Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebagai biang kegagalan usaha diplomatik itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saat perang atas terorisme dikumandangkan oleh Presiden Bush dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Washington, semua negara makin punya alasan untuk menjadikan momen ini untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; meningkatkan aksi-aksi militer mereka, tentu dengan alasan untuk memerangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terorisme. Rusia dan Cina telah melakukan itu. Kini Israel, sebelum Bush&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; lengser beberasa saat lagi, seperti "kejar tayang" untuk menyelesaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "masalah Hamas" dengan melakukan agresi besar-besaran.  Seperti sudah bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kita duga, aksi Israel ini didukung "tanpa syarat" oleh Presiden Bush.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Mari kita lihat konflik ini dalam perspektif yang lebih luas sehingga kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bisa lebih "tenang" memahaminya. Tak ada dalam sejarah manusia di mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebuah bangsa dibenci secara sistematis, menjadi sasaran prasangka buruk,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; stereo-type, rasialisme, dan persekusi seperti dialami oleh bangsa Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Itulah sebabnya di Eropa di mana bangsa Yahudi mengalami banyak persekusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan diskriminasi selama berabad-abad dikenal istilah "Jewish question",&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; masalah Yahudi. Debat menganai "Jewish question" ini berlangsung lama sekali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; di Eropa dan baru tuntas pada pertengahan abad ke-20.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Secara kuantitas, bangsa Yahudi tidaklah besar jumlahnya. Total jumlah orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Yahudi di seluruh dunia saat ini mungkin tak lebih dari 15 juta orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sebagian besar mereka tinggal di Israel dan Amerika. Selebihnya mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terserak-serak sebagai koloni kecil-kecil di berbagai belahan dunia, mulai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dari Eropa, Amerika Latin, Asia, termasuk di negeri-negeri Arab sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tetapi bangsa yang kecil jumlahnya ini menjadi sasaran prasangka buruk dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kebencian oleh banyak pihak sejak zaman dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Pertama-tama yang layak kita sebut adalah pihak Kristen. Selama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; beradad-abad, bangsa Yahudi menjadi sasaran diskriminasi dari pihak Kristen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Konflik antara Kristen dan Yahudi sudah berlangsung sejak awal, bahkan sejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kelahiran agama Kristen itu sendiri. Pertikaian antara orang-orang Yahudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan Kristen bukan sekedar pertikaian politik biasa, tetapi juga pertikaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang dijustifikasi secara teologis melalui ajaran agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Lalu datang Islam. Sejak awal, pertikaian antara Islam dan Yahudi sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sekali tak terhindarkan. Pada saat Nabi Muhammad datang di Madinah, ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sejumlah koloni orang-orang Yahudi di sekitar Madinah. Karena konflik dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Nabi dan umat Islam saat itu, orang-orang Yahudi ditumpas habis dan sebagian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; lagi diusir secara total dari kawasan itu. Pada saat Islam berjaya sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kekuatan politik di kawasan Arab pada rentang antara abad 8 hingga abad 15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Masehi, bangsa Yahudi sebetulnya menikmati suasana yang lebih bersahabat di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dunia Islam ketimbang di dunia Kristen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tetapi, kebencian pada Yahudi sebagai sebuah agama tetap bertahan secara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; endemik dalam Islam. Bangsa Yahudi digambarkan sangat negatif dalam beberapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ayat di Quran, dan kemudian disokong pula dengan sejumlah hadis. Contoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kecil saja: sebuah hadis terkenal menyebutkan bahwa pada akhir zaman nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Nabi Isa (atau Yesus) akan turun kembali ke bumi (persis dengan keyakinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dalam Kristen). Menurut hadis itu, tugas Nabi Isa pada saat itu, antara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; lain, adalah untuk menghancurkan salib dan membunuhi orang-orang Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sebuah hadis lain menyebutkan bahwa dua frasa di ujung Surah al-Fatihah (bab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pembuka dalam Quran) merujuk kepada orang Kristen dan Yahudi. Dua frasa itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; adalah: "al-maghdub 'alaihim" (orang-orang yang dibenci oleh Tuhan) dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "al-dallin" (orang-orang yang sesat).  Orang yang dibenci Tuhan maksudnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebagaimana dijelaskan oleh hadis itu, adalah orang Yahudi, sementara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; orang-orang yang sesat adalah orang-orang Kristen. Karena pengaruh Kitab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Suci sangat mendalam pada umatnya, kita bisa membayangkan bagaimana dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; frasa yang diulang-ulang setiap salat oleh seluruh umat Islam ini memiliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pengaruh dalam membentuk prasangka buruk terhadap bangsa Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Baik agama Kristen atau Islam mengandung unsur-unsur ajaran yang bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; membiakkan kebencian pada bangsa Yahudi. Ini bukan kebencian biasa, tetapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kebencian yang dijustifikasi oleh firman dan ajaran Tuhan sehingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pengaruhnya sangat mendalami. Tak heran sekali jika kebencian pada agama dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangsa Yahudi bertahan selama berabad-abad. Kalau kita baca sejarah, tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ada bangsa yang mengalami korban sebagai sasaran kebencian selama dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; seserius seperti dialami oleh bangsa Yahudi. Yang mengherankan, jumlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mereka sangat kecil sekali, tetapi kebencian pada mereka sungguh tak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebanding dengan jumlah itu. Atau justru karena mereka kecil lah dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mudah menjadi "kambing hitam" di mana-mana. Persis seperti dialami oleh kaum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; minoritas di manapun yang cenderung dijadikan sasaran demonisasi dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pengambing-hitaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kalau kita baca sejarah Amerika, hingga pertengahan abad 20, diskriminasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dan perlakuan yang tak menyenangkan dialami oleh bangsa Yahudi secara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; konsisten. Seorang profesor Yahudi yang pernah belajar di Universitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Harvard dan sekarang sudah pensiun pernah bercerita pada saya bahwa hingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tahun 60an, orang-orang Yahudi mendapat kesulitan untuk memperoleh posisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebagai profesor di Universitas Harvard. Menurut dia, seorang ekonom Yahudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang sangat kondang dan pernah memenangkan hadiah Nobel, Paul Samuelson,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; ditolak lamarannya sebagai profesor di Universitas Harvard pada tahun 40an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Menurutnya, Samuelson ditolak terutama karena keyahudiannya. Akhirnya, MIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; (Massachusetts Institute of Technology) menampung dia. Saat di MIT itulah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Samuelson mendapatkan hadiah Nobel. Saya kira, Universitas Harvard malu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dengan kejadian ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Di dunia Islam, jelas orang-orang Yahudi saat ini merasa kurang nyaman. Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; karena itu, sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948, jumlah orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Yahudi yang tinggal di kawasan Arab merosot tajam. Mereka kurang merasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; nyaman tinggal di lingkungan yang kurang bersahabat dengan mereka. Dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; periode pra-modern, memang dunia Islam memperlakukan bangsa Yahudi jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; lebih baik ketimbang dunia Kristen di Eropa. Tetapi secara umum, kondisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; orang-orang Yahudi di dunia Islam pun pada zaman dahulu tetap menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sasaran diskriminasi dan kebencian. Sebagaimana sudah saya sebut, kebencian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pada Yahudi dalam Islam tertanam melalui ajaran Islam itu sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebagaimana juga dalam Kristen. Kebencian itu mendalam sekali karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dijustifikasi dengan ajaran agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Sekarang ini, di dunia Islam, terutama di Indonesia, istilah "antek Yahudi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; adalah kata-kata kotor yang dipakai untuk menyerang siapa saja yang dianggap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "memusushi" Islam -- sama kotornya dengan istilah "antek PKI".  Dulu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; almarhum Prof. Nurcholish Madjid pernah dijuluki oleh sebuah media kalangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Islam fundamentalis di Jakarta sebagai "antek Yahudi". Majalah itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; menggambarkan Cak Nur melalui sebuah karikatur yang menarik: nama Cak Nur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dibelit oleh ular yang membentuk bintang David. Kita tahu apa maksud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; karikatur itu: Cak Nur adalah antek Yahudi yang terperangkap dalam belitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "ular" Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Hingga saat ini, bahkan di Amerika sekalipun, kita menyaksikan beredarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sebuah teori konspirasi tentang "rencana Yahudi" untuk menguasai dunia. Buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; "Protocols of Zion", misalnya, yang merupakan karangan palsu dinas rahasia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Rusia beredar luas di Eropa, Amerika, dan meluber pula sampai ke dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Islam. Buku itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan basaha-bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; lain itu dunia Islam.  Buku itu juga dipercayai oleh banyak kalangan sebagai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dokumen otentik yang didasarkan pada fakta-fakta sejarah tentang rencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangsa Yahudi untuk menguasai dan menghancurkan dunia. Buku semacam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jelas dengan gampang menyebarkan rasa kebencian pada bangsa Yahudi yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jumlahnya sangat kecil itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tak hanya itu. Henry Ford, pendiri perusahaan mobil Ford yang terkenal itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; menulis buku yang sangat anti-Yahudi berjudul "The Jews". Beberapa tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang lalu, saat usai memberikan ceramah di Malaysia, seorang audiens&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; memberikan saya buku itu seraya berkata, "Bapak harus membaca buku ini".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Hingga sekarang, sentimen anti-Yahudi masih bertahan di banyak kalangan di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Poin yang ingin saya sampaikan adalah bahwa bangsa Yahudi yang kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jumlahnya itu menjadi sasaran kebencian dari banyak pihak. Anda bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bayangkan, bagaimana perasaan sebuah bangsa kecil yang dibenci oleh dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; agama besar selama berabad-abad, yaitu Kristen dan Islam. Sekarang ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jumlah pengikut kedua agama itu boleh jadi lebih dari 2,5 milyar. Dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jumlah sebanyak itu, ada persentasi yang cukup besar, sekurang-kurangnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dari sebagian kalangan Islam, yang sangat membenci, atau minimal kurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bersahabat, dengan bangsa Yahudi. Tentu keadaan semacam ini menciptakan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang sangat tidak aman bagi orang-orang Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bagaimana mungkin orang Yahudi yang hanya berjumlah tak lebih dari 15 juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; itu bisa merasa aman di tengah-tengah bangsa-bangsa yang membenci dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mempunyai stereo-type negatif mengenai mereka? Jangan lupa, kebencian ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sudah berlangsung berabad-abad, dan karena itu sudah merasuk ke dalam psyche&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangsa-bangsa yang membenci orang-orang Yahudi itu. Ini yang menjelaskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kenapa bangsa Yahudi, terutama di Israel, mempunyai instink yang sangat kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; untuk membangun pertahanan diri, kadang-kadang instink itu bekerja secara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; berlebihan, meskipun hal itu bisa kita pahami. Sebab bangsa Yahudi mempunyai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; memori yang sangat buruk mengenai masa lalu mereka. Jika mereka kehilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; negara Israel yang sudah berhasil mereka dirikan dengan susah payah itu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mereka khawatir akan kembali kepada "zaman kegelapan" yang berlangsung sejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; berabad-abad sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ini yang menjelaskan kenapa Israel bersikap tanpa kompromi pada Hamas sebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kelompok ini memiliki misi khusus untuk menghancurkan negara Israel.  Di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mata Israel, Hamas jelas semacam mimpi-buruk yang menghantui mereka. Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Yahudi jelas tak mau jatuh ke masa silam yang buruk, ke zaman pogrom dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; holocaust.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Tetapi justru di sini letak kelemahan bangsa Yahudi di Israel dan di manapun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; saat ini. Karena terlalu dihantui oleh masa lampau yang pahit, reaksi mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; terhadap ancaman saat ini terlalu berlebihan. Yang menjadi korban adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangsa Palestina. Sebagai sebuah negara, Israel, negara Yahudi itu, saat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sudah cukup kuat dan sangat makmur. Memang kita bisa paham kenapa Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; selalu merasa tidak was-was dan tidak aman selama ini, sebab ia dikepung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; oleh tetangga-tetangga yang sangat membenci keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kalau di awal tulisan ini saya mengtakan bahwa konflik Palestina-Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; boleh jadi tak akan pernah selesai, di ujung tulisan ini saya ingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mengemukakan sebuah harapan. Salah satu harapan itu adalah jika pihak bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Yahudi dan bangsa Arab, terutama Palestina, bisa mengatasi "masa lalu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; mereka masing-masing. Bangsa Yahudi harus melepaskan diri dari "mentalitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; diaspora" yang membuat mereka merasa terancam terus dan selalu mencurigai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tetangga-tetanggany a. Jika mentalitas ini tak bisa diatasi, maka negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Israel akan terus mencari musuh dengan tetangga-tetangga dekatnya seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; kita saksikan sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dari pihak bangsa Arab, tantangan terbesar adalah mengatasi "rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; superioritas" mereka sebagai bangsa yang pernah berjaya selama berabad-abad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; di  kawasan Arab dan sekitarnya, dan merasa bahwa bangsa Yahudi tak punya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; hak untuk mendirikan negara di tanah Palestina, sebab hal itu akan melukai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; rasa superioritas itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dari pihak umat Islam sendiri secara keseluruhan juga ada tantangan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sangat berat jika mereka benar-benar ingin ikut menyelesaikan masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Palestina-Israel ini. Selama ini, kita semua tahu, ajaran yang membenci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangsa Yahudi diajarkan terus di sekolah-sekolah agama di seluruh dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Islam, sejak zaman klasik hingga sekarang. Waktu saya di pesantren dulu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; setiap guru saya menerangkan ayat-ayat dalam Quran yang membenci bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Yahudi, maka mereka memahaminya dengan tidak kritis, sehingga secara tak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sengaja, mereka mengajarkan kebencian turun-temurun terhadap bangsa Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bagaimana mungkin dunia Islam mau menyelesaikan masalah Palestina-Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jika ajaran-ajaran yang membenci bangsa Yahudi ini terus ditularkan dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; satu generasi ke generasi berikutnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Menurut saya, harus ada reinterpretasi ulang atas sejumlah ayat dan hadis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang membenci bangsa Yahudi dan selama ini diajarkan di lembaga-lembaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Islam. Jika tidak, maka selamanya akan terjadi kebencian dan permusuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; antara umat Islam dan bangsa Yahudi. Saya tak percaya bahwa umat Islam akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; berhenti membenci bangsa Yahudi seandainya pun yang terakhir itu, misalnya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; dengan sukarela membubarkan negara Israel lalu pergi dari tanah Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Menurut saya, masalahnya lebih serius dari sekedar masalah "tanah". Yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bermasalah adalah doktrin dalam agama itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Apa yang saya tulis ini jelas tak populer di kalangan Islam saat ini. Boleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; jadi, tulisan ini dianggap sebagai bagian dari konspirasi Yahudi pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Silahkan saja. Dengan terus terang saya katakan, saya bukan "fan" atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; pendukung ringan, apalagi berat, negara Israel. Saya benci dan jengkel pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tindakan dan kebijakan pemerintah Israel selama ini terhadap bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Palestina. Tetapi kita juga harus jujur melakukan otokritik pada diri kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; sendiri. Ada sikap-sikap yang salah dan tak tepat juga di kalangan umat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Islam terhadap bangsa Yahudi yang jumlahnya sangat kecil itu. Sikap-sikap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; yang berdasarkan pada doktrin agama itu harus dikritik jika umat Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; memang benar-benar ingin menegakkan perdamaian di bumi Palestina.[]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Wallahu a'lam bissawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-7026774632205387400?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/7026774632205387400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=7026774632205387400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/7026774632205387400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/7026774632205387400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2009/01/konflik-palestina-israel.html' title='konflik Palestina-Israel'/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-3902638841064835637</id><published>2008-11-19T00:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T00:38:11.734-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori Jendela dan Cermin&lt;br /&gt;"You are either living in the problem or you are living in the&lt;br /&gt;solution. – Anda hidup dengan persoalan dan solusi itu sendiri."&lt;br /&gt;~ Bob Proctor&lt;br /&gt;Nasihat tentang hidup dalam solusi tercermin dalam teori jendela dan&lt;br /&gt;cermin. Kedua benda tersebut memiliki makna tersendiri sebagai&lt;br /&gt;solusi kehidupan yang luar biasa. Keduanya merupakan cara untuk&lt;br /&gt;menghadapi manis dan pahit getir kehidupan menjadi solusi&lt;br /&gt;mendapatkan dan menikmati keindahannya.&lt;br /&gt;Contoh, kita sedang memiliki penghasilan besar, posisi dalam&lt;br /&gt;pekerjaan cukup kuat dan mapan, keluarga yang menyenangkan, memiliki&lt;br /&gt;investasi besar dan menguntungkan, dan lain sebagainya. Terlebih&lt;br /&gt;pada saat yang sama, semua kendali bisnis berjalan cukup baik dan&lt;br /&gt;lancar. Tak hanya itu, kita juga menerima pujian dan tepukan&lt;br /&gt;kekaguman dari orang-orang di sekeliling kehidupan kita.&lt;br /&gt;Semua itu benar-benar menempatkan kita di puncak kesuksesan, dimana&lt;br /&gt;kita diperlakukan seakan-akan seorang raja dan memiliki segala yang&lt;br /&gt;diinginkan sebagian besar manusia di muka bumi ini. Tetapi tak&lt;br /&gt;jarang pada posisi demikian kita menjadi sombong dan merasa paling&lt;br /&gt;hebat. Kita mulai melupakan asal-usul dan peran orang-orang yang&lt;br /&gt;selama ini sangat berjasa.&lt;br /&gt;Padahal menyombongkan diri hanyalah membuat kita kehilangan makna&lt;br /&gt;hidup. Sebelum hal itu terjadi pada kita, cepat-cepatlah membuka&lt;br /&gt;pintu jendela. Dari jendela tersebut kita akan segera melihat alam&lt;br /&gt;yang terbentang luas atau bintang yang terlihat gemerlap meski&lt;br /&gt;letaknya jauh di angkasa. Sedangkan diri kita begitu kecil&lt;br /&gt;dibandingkan dengan keberadaan mereka. Diri kita terlalu tak berarti&lt;br /&gt;dibandingkan kekuasaan Tuhan YME yang dapat kita lihat dari&lt;br /&gt;kemegahan alam semesta dan gemerlap bintang di angkasa ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;Itulah saat yang paling tepat untuk menyadari tak satu pun dalam&lt;br /&gt;diri kita yang layak untuk disombongkan. Tindakan tersebut&lt;br /&gt;setidaknya akan membantu kita merendahkan hati dan segera bersyukur&lt;br /&gt;kepada Tuhan YME serta menghargai orang-orang yang telah berjasa&lt;br /&gt;atas segala kesuksesan yang kita miliki entah dalam bentuk doa,&lt;br /&gt;surat, bantuan dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, langkah&lt;br /&gt;tersebut juga akan mendorong kita untuk lebih memperluas wawasanhidup.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila kita sedang tak bersemangat, karena semua usaha&lt;br /&gt;gagal atau tantangannya terlalu sulit, maka kita melihat kehidupan&lt;br /&gt;ini gelap tak berarti dan sangat menyakitkan. Kita mulai menyalahkan&lt;br /&gt;orang lain. Bukannya sibuk berusaha lebih keras, tetapi kita akan&lt;br /&gt;cenderung sibuk mencari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Sebelum bersikap negatif saat kita menghadapi kenyataan hidup yang&lt;br /&gt;pahit, segeralah mengambil sebuah cermin dan memandang sesosok&lt;br /&gt;manusia di dalamnya. Bila kita memandangnya lebih seksama, dialah&lt;br /&gt;orang yang paling penting dalam kehidupan kita. Dialah orang yang&lt;br /&gt;paling bertanggung jawab menciptakan segala kebaikan maupun&lt;br /&gt;keburukan, suka maupun duka dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Dengan bercermin selain melihat kelebihan, diri kita juga akan&lt;br /&gt;melihat kesalahan dan kebodohan yang selama ini kita lakukan. Bila&lt;br /&gt;kita mampu menertawakan kesalahan dan kebodohan diri sendiri, maka&lt;br /&gt;hal itu akan menjadi semangat hidup. "It is a great art to laught at&lt;br /&gt;your own misfortune. – Seni yang paling bernilai adalah menertawakan&lt;br /&gt;ketidakberuntungan diri sendiri," sebut sebuah pepatah bijak.&lt;br /&gt;Contoh ketika kita berkaca, lalu melihat ada yang tidak beres dengan&lt;br /&gt;letak kancing pakaian yang kita kenakan. Maka kita akan segera&lt;br /&gt;membetulkan posisi tersebut. Sama seperti bila kita `berkaca' dalam&lt;br /&gt;arti introspeksi diri, tindakan tersebut akan memberikan manfaat&lt;br /&gt;yang luar biasa jika diikuti dengan upaya nyata memperbaiki kualitas&lt;br /&gt;dan sikap diri.&lt;br /&gt;Teori jendela dan cermin mengungkap bagaimana menjadikan faktor&lt;br /&gt;kelebihan maupun kekurangan sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk&lt;br /&gt;mendapatkan pelajaran kehidupan. Konsep dalam teori jendela dan&lt;br /&gt;cermin mengajari kita bertindak konstruktif dan berpikir positif&lt;br /&gt;atas berbagai macam situasi yang kita harus hadapi. Teori tersebut&lt;br /&gt;menginspirasi kita mulai menghitung efektifitas waktu yang telah&lt;br /&gt;kita gunakan untuk berbuat kebaikan dan mulai menentukan skala&lt;br /&gt;prioritas serta menciptakan kebiasaan yang positif. Karena kehidupan&lt;br /&gt;ini terlalu indah dan berharga untuk kita salah gunakan atau bahkan&lt;br /&gt;kita sia-siakan.[aho]&lt;br /&gt;Sumber: Teori Jendela dan Cermin oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah motivator,&lt;br /&gt;pengusaha, dan penulis buku best seller&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-3902638841064835637?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/3902638841064835637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=3902638841064835637' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/3902638841064835637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/3902638841064835637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2008/11/teori-jendela-dan-cermin-you-are-either.html' title=''/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1755959522561093201.post-218316234796744186</id><published>2008-11-19T00:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-22T18:17:30.863-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:webdings;" &gt;Doa ku untuk dia...&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau catatkan&lt;br /&gt;dia akan mejadi teman menapaki hidupku&lt;br /&gt;Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;br /&gt;Titipkanlah kebahagiaan diantara kami&lt;br /&gt;Agar kemesraan itu abadi&lt;br /&gt;Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi&lt;br /&gt;Seiringkanlah kami melayari hidup ini&lt;br /&gt;Ke tepian yang sejahtera dan abadi&lt;br /&gt;Tetapi ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau takdirkan...&lt;br /&gt;...Dia bukan milikku&lt;br /&gt;Bawalah ia jauh dari pandanganku&lt;br /&gt;Luputkanlah ia dari ingatanku&lt;br /&gt;Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku&lt;br /&gt;Dan peliharalah aku dari kekecewaan&lt;br /&gt;Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...&lt;br /&gt;Berikanlah daku kekuatan&lt;br /&gt;Melontar bayangannya jauh ke dada langit&lt;br /&gt;Hilang bersama senja nan merah&lt;br /&gt;Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya&lt;br /&gt;Dan ya Allah yang tercinta...&lt;br /&gt;Gantikanlah yang telah hilang&lt;br /&gt;Tumbuhkanlah kembali yang telah patah&lt;br /&gt;Walaupun tidak sama dengan dirinya....&lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhanku...&lt;br /&gt;Pasrahkanlah aku dengan takdirMu&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan&lt;br /&gt;Adalah yang terbaik buatku&lt;br /&gt;Karena Engkau Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Segala yang terbaik buat hambaMu ini&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku&lt;br /&gt;Di dunia dan di akhirat&lt;br /&gt;Dengarlah rintihan dari hambaMu yang naif ini&lt;br /&gt;Jangan Engkau biarkan aku sendirian&lt;br /&gt;Di dunia ini maupun di akhirat&lt;br /&gt;Menjuruskan daku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran&lt;br /&gt;Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman&lt;br /&gt;Supaya daku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup&lt;br /&gt;Ke jalan yang Engkau ridhai&lt;br /&gt;Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh....&lt;br /&gt;amien!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1755959522561093201-218316234796744186?l=cipan-albunayya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/feeds/218316234796744186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1755959522561093201&amp;postID=218316234796744186' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/218316234796744186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1755959522561093201/posts/default/218316234796744186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cipan-albunayya.blogspot.com/2008/11/doa-ku-untuk-dia.html' title=''/><author><name>dezie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06086030443643485323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_RW9I3Ln5zDE/Slv1FP3YBlI/AAAAAAAAACI/oFuo_SfSDSg/S220/images1.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
